SABTU, 01 MEI 2010 | 22:18 WITA | 177965 Hits
Share |

Tumor Abdomen, Lain dari pada yang Lain
Tumor abdomen merupakan sepertiga dari seluruh tumor ganas pada anak. Tumor ini sifatnya sangat berbeda dengan jenis tumor lainnya. Salah satu yang spesial dari tumor ini adalah sangat sulit untuk dideteksi. Berbede dengan jenis tumor lainnya yang mudah diraba ketika mulai mendesak jaringan di sekitarnya.

"Itu karena sifat rongga tumor abdomen yang longgar dan sangat fleksibel," ungkap dr Warsinggih.
Dari berbagai kasus tumor abdomen, hanya sebagian kecil yang dapat diketahui lebih cepat. Bagian terbesar tumor abdomen terdiri atas neuroblastoma, tumor wilms, teratoma, tumor ovarium, limfoma abdomen, hepatoma, dan lain–lain.

Pada umumnya, anak dengan tumor abdomen hampir tidak memberikan keluhan apabila masih dini, bahkan tidak jarang keluhan belum timbul walaupun tumor telah dapat diraba.

Tumor jenis ini memiliki gejala-gejala umum yang nyaris mirip dengan penyakit kronis lainnya, seperti lesu, lemah, badan makin kurus, keringat berlebih, demam, pucat, dan rasa nyeri dalam perut.

Oleh karena itu, para ahli menyarankan, bila terlihat gejala-gejala demikian, harus segera dibawa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan intensif dan mendeteksi lebih dini apakah gejala tumor abdomen atau bukan.

Menurut Warsinggih, tumor abdomen bila telah terdeteksi harus mendapat penanganan khusus. Bahkan, bila perlu dilakukan pemantauan disertai dukungan pemeriksaan secara intensif. Bila demikian, pengangkatan dapat dilakukan sedini mungkin.

Senada juga disampaikan Dr Djajadiman Gatot Divisi Hematologi-Onkologi Anak Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta dalam blognya, "Dokterfoto", ditulis, biasanya adanya tumor dalam abdomen dapat diketahui setelah perut tampak membuncit dan mengeras saat anak dimandikan.

Jika positif, harus dilakukan pemeriksaan fisik dengan hati-hati dan lembut untuk menghindari trauma berlebihan yang dapat mempermudah terjadinya tumor pecah ataupun metastasis. Jika demikian, mudah ditentukan pula apakah letak tumornya intraperitoneal atau retroperitoneal," demikian tulisan itu.

Menurut Gatot, tumor yang terlalu besar sulit menentukan letak tumor secara pasti. Demikian pula bila tumor yang berasal dari rongga pelvis yang telah mendesak ke rongga abdomen.

Berbagai pemeriksaan penunjang perlu pula dilakukan, seperti pemeriksaan darah tepi, laju endap darah untuk menentukan tumor ganas atau tidak. Kemudian mengecek apakah tumor telah mengganggu sistem hematopoiesis, seperti perdarahan intra tumor atau metastasis ke sumsum tulang dan lain-lain atau sama sekali tidak.

Selain itu, perlu juga dilakukan pemeriksaan foto polos abdomen. Khusus untuk tumor retroperitoneal diperlukan pemeriksaan pielografi intravena. Selanjutnya pemeriksaan ultrasonografi dan atau CT-scan dilakukan sesuai sarana dan prasarana. Adakalanya pemeriksaan ini juga dapat membantu menentukan tumor itu ganas atau tidak. Biasanya, ditemukan tidak adanya batas antara tumor dan jaringan sekitarnya.

Itu berarti tumor telah melakukan penyusupan atau mengadakan destruksi jaringan sekitarnya dan ditandai oleh adanya pembesaran kelenjar getah bening di tempat lain. (rin/int)

KOMENTAR BERITA "Tumor Abdomen, Lain dari pada yang Lain"


Redaksi: redaksi@fajar.co.id
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus@fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext.1437).