SENIN, 09 AGUSTUS 2010 | 19:50 WITA | 32769 Hits
Share |

Sahur OVJ di Trans 7, New Star di RCTI
Acara Komedi Sambut Bulan Suci

Ramadan tinggal hitungan hari saja. Seperti tahun-tahun sebelumnya, sajian khas puasa tak lagi hanya didominasi kolak pisang dan kurma. Tayangan televisi khas Ramadan paling gampang ditemukan saat menjelang berbuka puasa dan sahur.

Slot waktu yang di hari-hari biasa menjadi jam mati selama bulan puasa justru berubah menjadi prime time. Tak heran jika kemudian stasiun TV berlomba-lomba memberikan program-program menarik pada jam-jam tersebut.

Secara umum, tayangan yang mereka tawarkan mirip. Malah, ada beberapa yang konsepnya sama. Hanya, artis atau pemandunya berbeda. Mereka berani head to head dalam penyajian.

Menjelang berbuka puasa, misalnya. Sebelum azan magrib berkumandang, TV menyajikan tayangan yang mengisi kebutuhan batin, yaitu kultum atau kuliah tujuh menit. Bertahun-tahun konsep itu dipakai oleh banyak stasiun TV. Format tayangannya sederhana, mengingat durasi singkat. Di situ digambarkan seorang ustad yang menyampaikan taushiyah tentang tema tertentu.

RCTI, stasiun TV swasta pertama di Indonesia, pada bulan Ramadan kali ini pun masih menggunakan konsep konvensional itu. Mereka menempatkan Quraish Shihab dalam program tersebut. Menteri agama pada Kabinet Pembangunan VII itu akan memberikan ulasannya yang cerdas dan menenangkan selama sebulan penuh.

Tapi, ada juga stasiun TV lain yang mencoba keluar dari pakem. Mereka tetap menghadirkan kultum jelang azan magrib. Tapi, acara itu dikemas dalam komedi drama. Trans TV berani mengambil keputusan itu. Melalui program Demi Masa, mereka mencoba mengetengahkan kultum dengan cara baru. Selain menghadirkan ustad, pihak Trans TV memasang artis profesional seperti Fauzi Baadillah dan Habibie. Sang ustad dituntut untuk bisa berakting di sini. Sebab, mereka akan memberikan kultum melalui sebuah adegan yang memiliki jalan cerita.

R. Mulia Nasution, produser Demi Masa, saat ditemui di gedung Trans TV, mengungkapkan, konsep itu dipilih dengan harapan supaya pesan yang disampaikan benar-benar mengena di hati penonton.

Pada awalnya, Demi Masa hendak digarap seperti kultum kebanyakan. Trans TV meminang Ustad Othman Oemar Shihab sebagai pengisi acara. Tapi, dalam prosesnya, ustad lulusan Al Azhar, Kairo, itu diberi tantangan untuk menjadi bagian dari cerita. ''Dan, di luar ekspektasi kami semua, ternyata Ustad Othman sangat pandai berakting. Nanti dilihat saja,'' tambahnya.

Sementara itu, saat sahur, kebanyakan stasiun TV mengandalkan acara yang penuh gelak tawa. Mereka masih mengunggulkan program sahur, seperti Sahurnya OVJ (Opera Van Java) di Trans7, Saatnya Kita Sahur (SKS) di Trans TV, dan New Star di RCTI.

Semua memasang para pelaku seni komedi yang sedang naik daun. Sedangkan SCTV masih memasang ikon program Ramadan mereka, yaitu sinetron Para Pencari Tuhan.
Dengan alasan waktu sahur yang dini hari dan membutuhkan suasana segar supaya bisa bersahur dengan bersemangat, konsep acara yang tanpa naskah, mengandalkan improvisasi dan lawakan, seperti itulah yang diandalkan. Setiap program akan dibuat secara langsung selama kurang lebih dua jam. Rata-rata mulainya juga hampir sama, yaitu dini hari pukul 02.30. (jan/jpnn)





KOMENTAR BERITA "Sahur OVJ di Trans 7, New Star di RCTI"


Redaksi: redaksi@fajar.co.id
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus@fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext.1437).